66 Persen Kasus KLB Difteri Tidak Diimunisasi

akurat logo
Syifa Ismalia
Kamis, 07 Desember 2017 18:39 WIB
Share
 
66 Persen Kasus KLB Difteri Tidak Diimunisasi
Seorang anak disuntik imunisasi Rubella (MR) di posyandu di Jalan Kampung Baru, Kembangan Utara, Jakarta Barat, Selasa (19/9). Imunisasi Measles (campak) dan Rubella (MR) merupakan program pemerintah rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah campak dan rubella yang diberikan kepada anak-anak kebawah 15 tahun, pada Agustus hingga September 2017.. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Sebanyak 66 persen dari keseluruhan kasus kejadian luar biasa (KLB) difteri yang terjadi sepanjang 2017 di seluruh Indonesia karena pasien tidak diimunisasi.

Sementara 31 persen imunisasi kurang lengkap dan 3 persen lainnya imunisasi lengkap.

"Ini kenyataannya bahwa sebagian besar tidak diimunisasi," ungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh di Jakarta.

Pada Januari hingga November 2017 tercatat 593 kasus difteri terjadi di Indonesia dengan angka kematian 32 kasus. Kasus tersebut terjadi di 95 kabupaten-kota pada 20 provinsi.

Selain itu data Kementerian Kesehatan juga menyebutkan kasus difteri yang ditemukan sepanjang 2017 tidak terbatas usia. "Yang termuda 3,5 tahun, yang tertua 45 tahun," ucap Subuh.

Penularan difteri juga diketahui terjadi tidak tergantung musim. Sepanjang Januari hingga November 2017 terus terdapat laporan kasus difteri.

Oleh karena itu Subuh menyatakan imunisasi difteri sebagai langkah pencegahan utama penyakit tersebut harus dilakukan.

Dia menjelaskan penyebaran difteri bisa dihentikan dengan mencapai kekebalan kelompok yakni 95 persen cakupan imunisasi. Saat terjadi kekebalan kelompok, 5 persen orang yang tidak diimunisasi tetap dapat terlindungi dari penyakit tersebut.

Namun, ketika capaian kekebalan kelompok tidak terpenuhi, maka bakteri akan mudah menyebar bahkan bisa menginfeksi orang-orang yang sudah melakukan imunisasi.

Ketika sudah terjadi seperti itu, maka disarankan penggunaan masker untuk mencegah terjadinya penyebaran bakteri.

"Karena sifat bakteri ditularkan melalui percikan maka kami mengimbau kesadaran bagi penderita ISPA untuk pakai masker. Yang kurang sehat pakai masker. Atau di keramaian sebisa mungkin pakai masker," tutur Subuh.

Selain itu juga harus menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun.[]


Editor. Erizky Bagus Zuhair

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Tersangka Bom New York Akayed Ullah Didakwa Lakukan Teror

Selasa, 12 Desember 2017 22:23 WIB

Imigran Bangladesh berusia 27 tahun itu terluka dalam serangan di Terminal Bus Post Authority.


FSGI: Guru Pembuat Soal Tentang Khilafah Harus Dilindungi

Selasa, 12 Desember 2017 22:21 WIB

FSGI menghimbau untuk tidak reaktif dan emosional dalam menanggapi hebohnya soal UAS Pendidikan Agama Islam yang memuat soal khilafah.


Soal Target Timnas di Asian Games, Menpora Semprot PSSI

Selasa, 12 Desember 2017 22:21 WIB

PSSI diklaim telah merevisi target secara sepihak.


Dua Kiper Top Siap Merapat ke Madrid

Selasa, 12 Desember 2017 22:11 WIB

Ada dua kiper diisukan akan merapat ke Santiago Bernabeu.


Kapal Pesiar 'Genting Dream' Bawa Ribuan Wisatawan ke Surabaya dan Bali

Selasa, 12 Desember 2017 22:11 WIB

Ini merupakan pelayaran perdananya singgah di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Bali.



Mendagri: Pemekaran Daerah Otonomi Baru Masih Dihentikan

Selasa, 12 Desember 2017 22:05 WIB

Pemerintahan Jokowi-JK tengah fokus mensukseskan program infrastruktur.


Ini Langkah Kemendagri Antisipasi Korupsi di Daerah

Selasa, 12 Desember 2017 21:51 WIB

Mendagri meminta DPRD untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap penggunaan anggaran daerah.


MUI Sesalkan Seminar 'Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Quran' di UIN Sumut

Selasa, 12 Desember 2017 21:51 WIB

MUI menyesalkan seminar 'Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur'an' di UIN Sumut.


DPR: Buku SD Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel Cederai Hati Umat Islam

Selasa, 12 Desember 2017 21:41 WIB

Buku tersebut telah nyata-nyata menentang dasar negara dan pembukaan UUD 1945.


Idrus: Setya Novanto Pemegang Kunci Ketua DPR

Selasa, 12 Desember 2017 21:30 WIB

Idrus Marham menyatakan Setya Novanto berhak menentukan kader Golkar yang akan menduduki posisi Ketua DPR.


Kemenag Peroleh Penghargaan Terbaik LHKPN dan Pengendalian Gratifikasi KPK

Selasa, 12 Desember 2017 21:09 WIB

Kemenag mendapat penghargaan dari KPK dalam rangka Hakordia 2017.


Dortmund Berpeluang Dapatkan Bomber Arsenal

Selasa, 12 Desember 2017 21:08 WIB

Bomber asal Prancis itu akan direkrut sebagai pengganti Aubameyang.


Transfusi Darah dan Antibiotik Mempunyai Bahaya yang Sama

Selasa, 12 Desember 2017 21:05 WIB

Saat ini ada ketakutan kalau transfusi darah membahayakan pasien. Apalagi, ketika transfusi darah itu tidak urgen untuk dilakukan.


Kepastian Tanggal Munaslub Golkar, Idrus: Tunggu Rapat Pleno

Selasa, 12 Desember 2017 21:05 WIB

Semua kader partai berhak merekomendasikan tanggal Munaslub.