Jumlah Dokter yang Bisa Gunakan Peralatan Endoskopi Masih Minim

akurat logo
Islahuddin
Senin, 11 September 2017 19:46 WIB
Share
 
Jumlah Dokter yang Bisa Gunakan Peralatan Endoskopi Masih Minim
Ilustrasi dokter yang sedang melayani pasien. Foto: generalmedicine.com

AKURAT.CO, Dokter Indonesia yang bisa menggunakan peralatan Endoskopi yang berkisar 600 orang. Peralatan endoskopi, yaitu salah satu peralatan kedokteran untuk memindai atau meneropong kelainan atau penyakit pada organ-organ pencernaan.

Padahal, menurut Ketua Umum Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI) Ari Fahrial Syam, saat ini jumlah penyakit saluran cerna menjadi salah satu penyakit yang kerap diderita masyarakat, di mana mereka umumnya menderita penyakit maag, batu kandung empedu, penyakit pankreas dan saluran empedu, penyakit saluran cerna baik atas maupun bawah, serta penyakit usus halus.

Untuk mendiagnosa sejumlah penyakit tersebut melalui melalui tanya-jawab dengan pasien dan pemeriksaan darah, dokter biasanya dibantu dengan peralatan endoskopi.

"Di Indonesia, diperkirakan sekitar 600 dokter saja. Namun dari jumlah tersebut, kurang dari 50 dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki kemampuan mumpuni menggunakan peralatan tersebut yang lebih modern," kata Ari dalam siaran pers, Senin.

Penyebab dari meningkatnya kasus-kasus tersebut disebabkan oleh pola makan yang salah dan kebiasaan merokok.

Peralatan ini dilengkapi dengan kamera mikro yang dihubungkan dengan komputer. Masalahnya jumlah dokter yang dapat mengerjakan endoskopi relatif terbatas dan hanya di beberapa kota besar seperti Jakara, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Manado, dan Surabaya.

"Kemampuan para dokter endoskopi di Indonesia sebenarnya sudah cukup mahir dan mampu bersaing dengan dokter-dokter dari negara-negara lain. Sebab, mereka telah menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di luar negeri," katanya.

Namun, lanjutnya, dengan kemajuan peralatan endoskopi belakangan ini, para dokter endoskopi Indonesia perlu terus mengasah pengetahuannya, sehingga menjadi lebih mahir.

Atas dasar itulah, PEGI akan menggelar lokakarya kursus endoskopi yang merupakan bagian dari acara Asia Pacific Society for Digestive Endoscopy (APSDE) tahunan yang kali ini diadakan di Jakarta, Indonesia. Sebanyak 40 dokter endoskopi diundang untuk memperdalam ilmunya.

Menurut Ari Fahrial Syam, kursus yang berlangsung selama lima hari (11-15 September 2017), juga akan menghadirkan beberapa ahli endoskopi dari luar negeri, antara lain Presiden APSDE Seigo Kitano, dan Presiden Japanese Gastroenterological Endoscopy Society, Hisao Tajiri.

Tim ahli dari Jepang itu akan mengajari para dokter spesialis penyakit dalam sehingga diharapkan dengan pelatihan itu, para dokter spesialis penyakit dalam yang terlibat mampu melakukan tindakan endoskopi tingkat lanjut.

Berdasarkan data PEGI, di Jepang jumlah dokter ahli endoskopi memadai karena ada sekitar 30.000 ahli endoskopi dari 127 juta jiwa penduduk. Di Indonesia yang berpenduduk 280 juta hanya memiliki 600 dokter endoskopi.[]


Editor. Islahuddin

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Khofifah Komunikasikan Nama 2 Cawagub Jatim ke Parpol Pendukung

Sabtu, 18 November 2017 00:17 WIB

Khofifah tidak menyebut secara detail siapa saja dua nama yang sudah mendapat rekomendasi dari para kiai untuk menjadi cawagubnya.


Pemilik Spa D'Crown Jadi Tersangka Perdagangan Manusia

Sabtu, 18 November 2017 00:02 WIB

Selain menetapkan dua tersangka pemilik tempat spa, polisi juga menetapkan empat tersangka lainnya terkait dengan penggrebekan D'Crown.


Panglima TNI: Masyarakat Harus Cerdas Sikapi Informasi Media Sosial

Jumat, 17 November 2017 23:53 WIB

Menurut Gatot, masyarakat Indonesia harus cerdas dalam menyikapi informasi di media sosial dan berita yang berkembang.


JIN: Keselamatan SN Jangan Sampai Terancam

Jumat, 17 November 2017 23:41 WIB

JIN menilai polemik tersebut seharusnya tidak terjadi apabila masing-masing pihak saling menjaga wibawa, terutama pihak KPK.


[FOTO] Renovasi Dermaga Pulau Pramuka

Jumat, 17 November 2017 23:17 WIB

0


Indonesia-Malaysia akan Bahas Masalah TKI

Jumat, 17 November 2017 23:03 WIB

Indonesia akan terus mengimbau Malaysia untuk menata pengelolaan TKI.


PN Bandung Harus Panggil Paksa Dua Terdakwa Kasus SMAK Dago

Jumat, 17 November 2017 22:56 WIB

Saat terdakwa ingin diminta keterangannya, maka menjadi kewajiban hukum untuk dipatuhi.


Djohan Effendi, Mensesneg Era Gus Dur dan Penulis Pidato Soeharto Tutup Usia

Jumat, 17 November 2017 22:53 WIB

Djohan meninggal di Rumah Sakit Geelong Australia, Jumat (17/11) waktu setempat.


[FOTO] Cuaca Ektrem Dikawasan Jakarta

Jumat, 17 November 2017 22:51 WIB

0


KPU: 14 Parpol Belum Penuhi Syarat Administrasi

Jumat, 17 November 2017 22:48 WIB

KPU pun memberikan tenggang waktu kepada 14 parpol untuk melengkapi kekurangan tersebut.


Tiga Kota di Yaman Krisis Air Bersih karena Tak Ada BBM untuk Pompa

Jumat, 17 November 2017 22:37 WIB

Krisis air bersih terjadi akibat blokade pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.


Viral, Pentagon Tak Sengaja Retweet Seruan Agar Presiden Trump Mundur

Jumat, 17 November 2017 22:25 WIB

Tweet asli itu juga menyeru dua politisi AS lainnya mundur setelah muncul tuduhan pelecehan seksual.


PATBM: Kekerasan Terhadap Anak Bukan Lagi Ranah Privat

Jumat, 17 November 2017 22:24 WIB

PATBM dibentuk agar masyarakat memiliki responsibilitas dan mendorong wilayah privat anak menjadi wilayah publik.


Saingan YouTube Red, Fullscreen Segera Tutup pada Januari

Jumat, 17 November 2017 22:20 WIB

Firma manajemen talenta online, Fullscreen menutup platform video berlangganan itu mulai tahun depan.


Setnov Resmi Ditahan, Kuasa Hukum Minta KPK Jangan Permainkan Hukum

Jumat, 17 November 2017 22:19 WIB

Fredrich mempertanyakan alasan KPK melakukan penahanan terhadap kliennya.