Hentikan Mitos-mitos Tentang Makanan Ini Bila Ingin Turunkan Berat Badan

akurat logo
Irma Fauzia
Senin, 14 Agustus 2017 19:25 WIB
Share
 
Hentikan Mitos-mitos Tentang Makanan Ini Bila Ingin Turunkan Berat Badan
. Foto: boldsky.com

AKURAT.CO, Percaya pada segala sesuatu yang didengar bukanlah pilihan yang tepat, terutama saat kesehatan dipertaruhkan. Anda mungkin mendengar tip atau trik dari ahli gizi, teman atau sumber lainnya. Tapi mempercayai mereka secara membabi buta adalah sesuatu yang perlu dihentikan saat ini, karena beberapa mitos makanan dapat membawa kenaikan berat badan.

Anda mungkin salah satu dari mereka yang kewalahan dengan keputusan sehari-hari seperti apa yang harus dimakan, berapa banyak makanan, kapan harus makan serta seberapa banyak aktivitas fisik yang perlu dilakukan agar sehat.

Ada mitos makanan tertentu yang harus Anda berhenti percayai karena beberapa di antaranya hanya dapat menghasilkan penambahan berat badan, kebalikan dari apa yang Anda inginkan. Berikut beberapa mitos makanan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badansebagaimana yang telah dilansir dari Bold Sky.

1. Anti kuning telur

Kuning inilah yang mengandung asam lemak sehat dan zat gizi mikro seperti selenium yang meningkatkan kekebalan tubuh dan vitamin B. Kuning telur penuh dengan kolesterol diet yang membantu menurunkan berat badan juga. Sudah saatnya Anda mulai mengatakan ya pada kuning telur. Inilah salah satu mitos tentang makanan yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

2. Mengganti karbohidrat dengan protein

Jumlah protein yang berlebihan sebenarnya tidak akan meningkatkan massa otot Anda, namun akan disimpan sebagai lemak. Tubuh Anda hanya bisa menangani 30 gram protein dalam sekali pengaturan.

3. Hanya minum air

Air pasti yang terbaik untuk hidrasi. Tapi ini tidak berarti Anda harus mengatakan tidak pada teh hijau. Teh hijau adalah minuman yang meningkatkan metabolisme dan juga membantu Anda mengurangi gula dan hasrat manis. Ini juga salah satu mitos makanan yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

4. Tidak makan malam

Mengonsumsi camilan yang tepat sebelum tidur akan membuat gula darah tetap stabil dan hormon glukagon yang membakar lemak bisa melakukan tugasnya. Inilah salah satu mitos makanan yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

5. Menghitung kalori

Menghitung kalori sebenarnya bisa menjadi kontra produktif jika Anda tidak mempertimbangkan kadar lemak, sodium, karbohidrat dan gula di setiap gigitan yang dimakan. Karena beberapa makanan dikenal untuk meningkatkan metabolisme, sementara yang lain dapat meningkatkan kadar gula darah dan dapat memperlambat pencernaan Anda.

6. Beralih ke low fat

Tentu saja, lemak trans dan jenuh perlu dihindari, karena dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung. Tapi ada lemak sehat yang tidak boleh Anda hindari. Studi juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi produk susu yang tinggi lemak cenderung tidak menderita diabetes.

7. Tidak makan sebelum berolahraga

Tidak ada makanan berarti tidak ada bahan bakar untuk tubuh. Hal ini bisa membuat Anda merasa pusing. Selain itu ini juga membuat Anda makan lebih banyak usai berolahraga.


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

KPAI: Impunitas Kekerasan di Pendidikan Tak Akan Selesaikan Masalah

Senin, 20 November 2017 02:49 WIB

KPAI mendorong tindakan tegas kepada para pelaku kekerasan di manapun dan dilakukan siapapun, termasuk di sekolah.


Allegri: Kekalahan dari Sampdoria adalah Tamparan untuk Kami

Senin, 20 November 2017 02:28 WIB

"Kami kemungkinan bisa menyamakan kedudukan, namun malah kemudian tertinggal 0-2. Ini mengecewakan."


Bungkam Espanyol, Valencia Pangkas Jarak dengan Barca

Senin, 20 November 2017 02:17 WIB

Valencia hanya terpaut empat angka dari Barca di puncak klasemen.


Rakyat Chile Pilih Pengganti Presiden Bachelet

Senin, 20 November 2017 02:14 WIB

Miliarder konservatif, Sebastián Piñera, diunggulkan untuk kembali menempati posisi yang dia pegang dari periode 2010-2014.


Sidang Ke-5 Ausindo HLC Tunjukkan Persahabatan Kedua Negara

Senin, 20 November 2017 01:55 WIB

"Ausindo HLC dilaksanakan setiap tahun secara bergantian dan pertemuan yang ke-5 pada tahun 2017 kali ini, TNI sebagai tuan rumah"


Bos Stoke City Dukung Giggs Jadi Pelatih Wales

Senin, 20 November 2017 01:52 WIB

"Saya pikir dia akan menjadi pilihan yang terbaik - saya akan merekomendasikannya," kata Mark Hughes.


Watford Lemparkan Debut Moyes ke Zona Degradasi

Senin, 20 November 2017 01:33 WIB

Dengan hasil ini, West Ham harus terlempar ke zona degradasi. Sementara itu, Watford bercokol di peringkat delapan.


Sepanjang Sejarah, Gubernur Jatim Tak Pernah dari NU

Senin, 20 November 2017 01:26 WIB

Padahal, Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Djuwairiyah, NU lahir di Jatim dan saat ini usianya sudah mencapai 92 tahun.


Golden State Menang, Sang Pelatih Justru Kesal

Senin, 20 November 2017 00:54 WIB

"Saya hanya kecewa dengan bagaimana kami bermain di kuarter pertama," kata Steve Kerr.


Berkursi Roda, Setnov Gunakan Rompi Tahanan KPK

Senin, 20 November 2017 00:46 WIB

"Yang bersangkutan (Setnov) tidak membutuhkan lagi rawat inap?. Maka pembantaranya tidak dibutuhkan lagi"


IDI Tegaskan Analisa Kesehatan Setnov Tak Berdasarkan Sosmed

Senin, 20 November 2017 00:38 WIB

Tim IDI yang diterjunkan bertugas untuk memberikan 'second opinion' dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter RSCM.


Inter vs Atalanta: Fakta dan Data Tim Sesama Biru-Hitam

Senin, 20 November 2017 00:30 WIB

Kedua tim sama mempunyai kostum ciri khas biru-hitam.


Babak I: Will Hughes Bikin Debut Moyes Tertinggal

Senin, 20 November 2017 00:13 WIB

David Moyes berdiri di tepi lapangan dalam debutnya untuk West Ham United.


Setya Novanto Akhirnya Resmi Ditahan KPK

Minggu, 19 November 2017 23:57 WIB

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, dinyatakan tidak perlu lagi dilakukan perawatan"


Panglima TNI: Ulama Indonesia Ajarkan Umatnya Melindungi Umat Lain

Minggu, 19 November 2017 23:47 WIB

Ulama di Indonesia selalu memberikan tausiyah kepada umatnya untuk menjadi seorang muslim yang cinta bangsa dan NKRI