Dinkes Papua Sosialisasikan Penyakit Tidak Menular

akurat logo
Bayu Primanda Putra
Selasa, 18 Juli 2017 04:03 WIB
Share
 
Dinkes Papua Sosialisasikan Penyakit Tidak Menular
ilustrasi. ANTARA FOTO/Feny Selly

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyosialisasikan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) kepada pers atau media massa di Kota Jayapura, Senin.

Sosialisasi itu digelar di kantor Dinkes Papua dengan mengundang sekelompok wartawan dari beberapa media massa, di antaranya wakil dari Tabloidjubi.com, Harian Pagi Papua, Harian Cenderawasih Pos, Harian Bintang Papua, Kabarpapua.co, dan Antara.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Papua dr Aaron Rumainum MKes menyebutkan pula, penyakit tidak menular (PTM) yang patut diwaspadai, seperti diabetes, jantung, penyakit paru menahun, kanker dan lainnya. Selain itu, penyakit menular akhir-akhir ini sering mencuri perhatian masyarakat setempat.

"Kami rasa perlu untuk menyampaikan kepada wakil media yang kami undang, dengan harapan bisa menyebarluaskan kepada masyarakat bahwa PTM datang sewaktu-waktu, apalagi jika sudah di atas umur 40 tahun, risikonya sangat tinggi, dengan faktor risikonya itu bisa ada karena perilaku, lingkungan, dan fisiologis," katanya pula.

Menurut dia, PTM itu terbagi dalam beberapa faktor risiko, di antaranya faktor risiko perilaku biasanya karena merokok, diet rendah serat, konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan stres.

Lalu, faktor risiko lingkungan biasanya dari polusi udara, jalan raya dan kendaraan yang tidak layak, infrastruktur yang tidak mendukung pengendalian PTM, dan stres sosial.

"Sedangkan PTM dari faktor risiko fisiologis itu karena obesitas, gangguan metabolisem kolesterol dan tekanan darah tinggi. Dilihat dari jenis PTM, seperti disebutkan tadi yakni penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, diabetes melitus, penyakit paru menahun, dan gangguan akibat kecelakaan serta tindak kekerasan," katanya pula.

Dokter Aaron mencontohkan pemeriksaan awal kesehatan kepada 700 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Papua pada 2016, didapati 70 orang atau 10 pesen di antaranya berpotensi diabetes.

"Nah, ini menunjukkan bahwa diabetes ada di dekat kita, bisa kena karena faktor risiko tadi. Diabetes itu hanya 10 persen disebabkan karena faktor keturunan, sisanya karena faktor risiko yang tadi disampaikan," kata dia.

Di sela sosialisasi, dokter Aaron meminta stafnya untuk mengukur berat badan, lingkar badan, tekanan darah dan cek gula darah dari perwakilan media yang diundang.

"Hasil tesnya dari rekan wartawan yang hadir, dua di antaranya berpotensi obesitas.

"Ini bisa karena keturunan atau karena itu tadi, faktor risiko dari PTM seperti pola makan yang tidak teratur, makanan yang berkabohidrat lebih, dan bisa karena konsumsi makan cepat saji dan gula yang tinggi. Saya sarankan makanlah makanan rendah kalori seperti buah dan sayuran serta olahraga teratur," katanya pula.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

KPAI: Impunitas Kekerasan di Pendidikan Tak Akan Selesaikan Masalah

Senin, 20 November 2017 02:49 WIB

KPAI mendorong tindakan tegas kepada para pelaku kekerasan di manapun dan dilakukan siapapun, termasuk di sekolah.


Allegri: Kekalahan dari Sampdoria adalah Tamparan untuk Kami

Senin, 20 November 2017 02:28 WIB

"Kami kemungkinan bisa menyamakan kedudukan, namun malah kemudian tertinggal 0-2. Ini mengecewakan."


Bungkam Espanyol, Valencia Pangkas Jarak dengan Barca

Senin, 20 November 2017 02:17 WIB

Valencia hanya terpaut empat angka dari Barca di puncak klasemen.


Rakyat Chile Pilih Pengganti Presiden Bachelet

Senin, 20 November 2017 02:14 WIB

Miliarder konservatif, Sebastián Piñera, diunggulkan untuk kembali menempati posisi yang dia pegang dari periode 2010-2014.


Sidang Ke-5 Ausindo HLC Tunjukkan Persahabatan Kedua Negara

Senin, 20 November 2017 01:55 WIB

"Ausindo HLC dilaksanakan setiap tahun secara bergantian dan pertemuan yang ke-5 pada tahun 2017 kali ini, TNI sebagai tuan rumah"


Bos Stoke City Dukung Giggs Jadi Pelatih Wales

Senin, 20 November 2017 01:52 WIB

"Saya pikir dia akan menjadi pilihan yang terbaik - saya akan merekomendasikannya," kata Mark Hughes.


Watford Lemparkan Debut Moyes ke Zona Degradasi

Senin, 20 November 2017 01:33 WIB

Dengan hasil ini, West Ham harus terlempar ke zona degradasi. Sementara itu, Watford bercokol di peringkat delapan.


Sepanjang Sejarah, Gubernur Jatim Tak Pernah dari NU

Senin, 20 November 2017 01:26 WIB

Padahal, Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Djuwairiyah, NU lahir di Jatim dan saat ini usianya sudah mencapai 92 tahun.


Golden State Menang, Sang Pelatih Justru Kesal

Senin, 20 November 2017 00:54 WIB

"Saya hanya kecewa dengan bagaimana kami bermain di kuarter pertama," kata Steve Kerr.


Berkursi Roda, Setnov Gunakan Rompi Tahanan KPK

Senin, 20 November 2017 00:46 WIB

"Yang bersangkutan (Setnov) tidak membutuhkan lagi rawat inap?. Maka pembantaranya tidak dibutuhkan lagi"


IDI Tegaskan Analisa Kesehatan Setnov Tak Berdasarkan Sosmed

Senin, 20 November 2017 00:38 WIB

Tim IDI yang diterjunkan bertugas untuk memberikan 'second opinion' dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter RSCM.


Inter vs Atalanta: Fakta dan Data Tim Sesama Biru-Hitam

Senin, 20 November 2017 00:30 WIB

Kedua tim sama mempunyai kostum ciri khas biru-hitam.


Babak I: Will Hughes Bikin Debut Moyes Tertinggal

Senin, 20 November 2017 00:13 WIB

David Moyes berdiri di tepi lapangan dalam debutnya untuk West Ham United.


Setya Novanto Akhirnya Resmi Ditahan KPK

Minggu, 19 November 2017 23:57 WIB

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, dinyatakan tidak perlu lagi dilakukan perawatan"


Panglima TNI: Ulama Indonesia Ajarkan Umatnya Melindungi Umat Lain

Minggu, 19 November 2017 23:47 WIB

Ulama di Indonesia selalu memberikan tausiyah kepada umatnya untuk menjadi seorang muslim yang cinta bangsa dan NKRI