Seks Bebas Menjadi Penyebab Tertinggi Penularan HIV/AIDS di Tulungagung

akurat logo
Rani Ayu Utami
Jumat, 23 Juni 2017 14:10 WIB
Share
 
Seks Bebas Menjadi Penyebab Tertinggi Penularan HIV/AIDS di Tulungagung
Ilustrasi. AKURAT.CO/Luqman Hakim Naba

AKURAT.CO, Aktivitas seks bebas di luar nikah diduga menjadi penyebab tingginya penularan HIV/AIDS, khususnya di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

"Ya, dari dulu kasus-kasus HIV/AIDS di sini didominasi faktor seks bebas. Hubungan seks dengan pasangan di luar nikah sehingga meningkatkan risiko penularan," kata Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Tulubgagung, Didik Eka di Tulungagung, Kamis (22/6).

Didik juga mengilustrasikan bahwa dari seratus ODHA yang teridentifikasi, hanya 5-10 kasus yang tertular melalui penggunaan jarum-suntik (penasun) secara bergantian atau konsumsi narkoba.

Selebihnya, mayoritas kasus penularan terjadi melalui hubungan seks. Jumlah ODHA di kalangan profesional swasta paling tinggi dengan angka mencapai 551 dari total 1.666 kasus HIV/AIDS yang teridentifikasi, karena perilaku seks bebas.

Risiko penularan melalui hubungan seks di luar nikah dan berganta-ganti pasangan semakin tinggi karena dilakukan dengan pekerja seks komersial, yang menurut data Komisi Perlindungan AIDS Kabupaten Tulungagung tercatat ada 218 PSK berstatus ODHA dan diduga masih melakukan aktivitas layanan seks.

"Terhadap PSK yang berstatus ODHA ini kami tidak bisa mencegah, sama seperti kepada masyarakat lain. Itu urusan privat mereka. Kami hanya mengimbau, mendorong agar mereka melakukannya dengan aman, maksudnya menggunakan pengaman," kata penggiat komunitas dampingan sebaya (KDS) HIV/AIDS Tulungagung Ahmad.

Menurut Ahmad, mayoritas PSK justru telah memiliki kesadaran untuk melakukan hubungan seks secara aman, karena hal itu selain melindungi pengguna jasa mereka juga untuk kesehatan PSK itu sendiri.

Statistik yang dibuat dinkes juga menunjukkan persebaran kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun semakin merata.

Tidak hanya menyasar kalangan pegawai, nonprofesional/swasta dan PSK, tetapi juga masif menyebar di kalangan ibu rumah tangga (IRT), Petani, Peternak, Nelayan, Polisi, PNS, bahkan balita.

"Penyebarannya tidak memandang profesi. Karena memang ditularkan lewat hubungan seksual yang tidak aman, gonta-ganti pasangan, transfusi darah, juga pemakaian jarum suntik bekas ODHA," kata Didik Eka. []


Editor. Islahuddin

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Serikat Pekerja Desak Gubernur Jateng Tetapkan UMK Sesuai Survei KHL

Sabtu, 18 November 2017 00:31 WIB

Ganjar Pranowo diminta untuk menetapkan upah minimum sesuai dengan survei KHL 2017 agar kesejahteraan para buruh meningkat


Khofifah Komunikasikan Nama 2 Cawagub Jatim ke Parpol Pendukung

Sabtu, 18 November 2017 00:17 WIB

Khofifah tidak menyebut secara detail siapa saja dua nama yang sudah mendapat rekomendasi dari para kiai untuk menjadi cawagubnya.


Pemilik Spa D'Crown Jadi Tersangka Perdagangan Manusia

Sabtu, 18 November 2017 00:02 WIB

Selain menetapkan dua tersangka pemilik tempat spa, polisi juga menetapkan empat tersangka lainnya terkait dengan penggrebekan D'Crown.


Panglima TNI: Masyarakat Harus Cerdas Sikapi Informasi Media Sosial

Jumat, 17 November 2017 23:53 WIB

Menurut Gatot, masyarakat Indonesia harus cerdas dalam menyikapi informasi di media sosial dan berita yang berkembang.


JIN: Keselamatan SN Jangan Sampai Terancam

Jumat, 17 November 2017 23:41 WIB

JIN menilai polemik tersebut seharusnya tidak terjadi apabila masing-masing pihak saling menjaga wibawa, terutama pihak KPK.


[FOTO] Renovasi Dermaga Pulau Pramuka

Jumat, 17 November 2017 23:17 WIB

0


Indonesia-Malaysia akan Bahas Masalah TKI

Jumat, 17 November 2017 23:03 WIB

Indonesia akan terus mengimbau Malaysia untuk menata pengelolaan TKI.


PN Bandung Harus Panggil Paksa Dua Terdakwa Kasus SMAK Dago

Jumat, 17 November 2017 22:56 WIB

Saat terdakwa ingin diminta keterangannya, maka menjadi kewajiban hukum untuk dipatuhi.


Djohan Effendi, Mensesneg Era Gus Dur dan Penulis Pidato Soeharto Tutup Usia

Jumat, 17 November 2017 22:53 WIB

Djohan meninggal di Rumah Sakit Geelong Australia, Jumat (17/11) waktu setempat.


[FOTO] Cuaca Ektrem Dikawasan Jakarta

Jumat, 17 November 2017 22:51 WIB

0


KPU: 14 Parpol Belum Penuhi Syarat Administrasi

Jumat, 17 November 2017 22:48 WIB

KPU pun memberikan tenggang waktu kepada 14 parpol untuk melengkapi kekurangan tersebut.


Tiga Kota di Yaman Krisis Air Bersih karena Tak Ada BBM untuk Pompa

Jumat, 17 November 2017 22:37 WIB

Krisis air bersih terjadi akibat blokade pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.


Viral, Pentagon Tak Sengaja Retweet Seruan Agar Presiden Trump Mundur

Jumat, 17 November 2017 22:25 WIB

Tweet asli itu juga menyeru dua politisi AS lainnya mundur setelah muncul tuduhan pelecehan seksual.


PATBM: Kekerasan Terhadap Anak Bukan Lagi Ranah Privat

Jumat, 17 November 2017 22:24 WIB

PATBM dibentuk agar masyarakat memiliki responsibilitas dan mendorong wilayah privat anak menjadi wilayah publik.


Saingan YouTube Red, Fullscreen Segera Tutup pada Januari

Jumat, 17 November 2017 22:20 WIB

Firma manajemen talenta online, Fullscreen menutup platform video berlangganan itu mulai tahun depan.