Cegah Makanan Berbahaya, Pemkab Garut Gencar Lakukan Sosialisasi

akurat logo
Rani Ayu Utami
Senin, 05 Juni 2017 19:59 WIB
Share
 
Cegah Makanan Berbahaya, Pemkab Garut Gencar Lakukan Sosialisasi
Ilustrasi. Foto: Istimewa

AKURAT.CO, Banyaknya peredaran makanan yang mengandung zat berbahaya membuat Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut gencar sosialisasi makanan berbahaya.

Sosialisasi makanan ini terkait keamanan pangan untuk dikonsumsi masyarakat. Salah satu sasaran sosialisasi adalah para pedagang kuliner di kota itu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak buruk terhadap kesehatan akibat mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner terkait standardisasi makanan yang aman," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Enok Rihawati, di Garut, Jawa Barat, Senin, (5/6).

Makanan yang beredar di masyarakat harus memenuhi standarisasi atau memiliki izin resmi dari dinas terkait.

"Seluruh makanan yang dijual bebas di masyarakat, dapat dinyatakan aman apabila telah lolos pengujian oleh dinas terkait dan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)," ujar Enok.

Makanan yang dinyatakan lolos oleh pemerintah maupun oleh MUI maka akan diberikan sertifikasi prima dari pemerintah. Jadi, sertifikasi prima itu untuk memastikan bahwa makanan yang beredar di pasaran bebas dari zat berbahaya yang dapat merugikan kesehatan manusia.

"Artinya, makanan yang sudah mengantongi sertifikasi prima terbebas dari zat-zat makanan berbahaya seperti pestisida, boraks atau formalin," katanya.

Oleh karena itu, pihak Dinas Ketahanan Pangan juga terus mengawasi peredaran makanan yang dijual bebas di masyarakat. Jadi, untuk mengetahui makanan yang dijual layak atau tidak, harus dilakukan pengeceka laboraturium. []


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Wenger Sudah Tunjuk Orang yang Layak Jadi Suksesornya

Jumat, 20 April 2018 09:41 WIB

Posisi Wenger makin di ujung tanduk


FITRA: Perempuan di Sumut Sudah Sadar Hak Politiknya

Jumat, 20 April 2018 09:39 WIB

Banyak aktivitas perempuan yang tidak lagi mendapat diskriminasi oleh lingkungannya


Waketum Gerindra Sempat Sebut Pemerintah Tengah 'Sandera' SBY, Benarkah?

Jumat, 20 April 2018 09:31 WIB

Usai katakan Wiranto menyadera SBY, Ferry meralatnya. Fery sebut lebih tepatnya Wiranto berharap agar Demokrat masuk koalisi Jokowi.


Terkuaknya Usaha Tahu Berformalin yang Sudah Berjalan 4 Tahun di Sumsel

Jumat, 20 April 2018 09:28 WIB

Penangkapan produsen tahu formalin di Kabupaten, Sumsel beberapa waktu lalu menguak fakta mencengangkan


Sulit Melepas Ponsel Saat Mengemudi? Ini Caranya

Jumat, 20 April 2018 09:15 WIB

Notifikasi ponsel bikin susah fokus? Nah, fitur ini akan membantumu.


Tahi Lalat Jadi Tanda Resiko Tinggi Kanker, Jika Melakukan Implan Kulit ini

Jumat, 20 April 2018 09:05 WIB

Teknologi kesehatan terbaru temuan ilmuwan Swiss menemukan metode peringatan awal terhadap kanker.


Panglima TNI dan Kapolri Tegaskan Prajurit Harus Netral dalam Pemilu

Jumat, 20 April 2018 09:04 WIB

Netralitas yang dimaksud sudah mencangkup semuanya sesuai dengan kode etik yang dimiliki oleh TNI maupun Polri


Pemprov Sumut Dukung Reforma Agraria

Jumat, 20 April 2018 08:53 WIB

Reforma agraria tak hanya sebatas memberi pelayanan untuk sertifikasi tanah saja, tapi juga memberdayakan masyarakat supaya lebih sejahtera


Hotel Ini Tawarkan Pemandangan dan Atmosfir Italia di Dubai

Jumat, 20 April 2018 08:20 WIB

Anda juga bisa menikmati tiramisu terenak di Dubai di hotel ini.


Persiapan Kehamilan Itu Penting Lho Bun, Yuk Simak Ini

Jumat, 20 April 2018 08:15 WIB

Persiapan ini tak hanya berlaku bagi istri. Tapi, penting bagi suami.


Wow, Drone Militer ini Mampu Tentukan Siapa yang Harus Dibunuh

Jumat, 20 April 2018 08:05 WIB

Banyak pakar teknologi dan AI mengkhawatirkan persoalan kode etik penggunaan teknologi dan AI untuk militer.


Didominasi Sentimen Negatif, Pasar Obligasi Belum Positif

Jumat, 20 April 2018 07:57 WIB

sejumlah berita positif terkait kondisi makroekonomi internal tampaknya belum cukup kuat mengangkat pasar obligasi


Kimia Farma Alokasikan Rp500 Miliar Beli Tiga Rumah Sakit

Jumat, 20 April 2018 07:45 WIB

Kimia Farma alokasikan capital expenditure tahun ini sekitar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar untuk akuisi tiga rumah sakit


Ternyata Ini Alasan Jefri Nichol Kasih Uang dan Makanan pada Pemulung

Jumat, 20 April 2018 07:25 WIB

Sempat ramai tuai simpati, ia sempat takut kalau dibilang ria.


Asia dan Eropa Menguat, AS Justru Tersudut Konflik Trump

Jumat, 20 April 2018 07:19 WIB

Pelemahan terjadi juga disebabkan adanya konflik di pemerintahan Trump, dan Potensi kenaikan suku bunga The Fed