Melatih Anak dengan 2 Bahasa jadi Tren, Ini Manfaatnya

akurat logo
Nur Hofifah
Minggu, 14 Januari 2018 18:52 WIB
Share
 
Melatih Anak dengan 2 Bahasa jadi Tren, Ini Manfaatnya
Putri Charlotte. . Independent.co.uk

AKURAT.CO, Mendidik dan mengasuh anak dengan dwibahasa atau bilingual kini menjadi tren di negara Barat. Itu menjadikan anak mampu berbicara dalam dua bahasa.

Tren itu juga diterapkan kepada Putri Charlotte yang berusia dua tahun. Pada Puteri Pangeran William dan Kate Middleton dari Kerajaan Inggris itu diterapkan sejak belia dan diperkuat saat masuk ke Nursery School pada pekan lalu.

Menurut majalah People, Putri Charlotte sudah bisa dua bahasa, di mana banyak orang tidak bisa dwibahasa. Dia belajar bahasa kedua dari pengasuhnya, Maria Turrion Borralo yang berasal dari Spanyol. Sedangkan bahasa utamanya adalah Bahasa Inggris.

“Menurut sumber dalam, Putri Charlotte bisa berbicara dalam bahasa Spanyol,” ungkap sumber dalam Istana Kensington, dilansir The Independent pada Sabtu, (13/1).

Banyak keuntungan orang yang memiliki kemampuan dua bahasa. Mereka memiliki prospek pekerjaan yang baik. Kemampuan kognitifnya juga menjadi lebih kuat. Bagi kesehatan, orang dengan kemampuan bilingual mampu mencegah dementia atau kepikunan.

Banyak penelitian menunjukkan masa kecil adalah waktu terbaik untuk belajar bahasa baru. Itu akan memperkuat otak anak-anak menyimpan kosa kata dalam memorinya.[]


Editor. Bonifasius Sedu Beribe

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

20 Saham Menguat, IHSG Menghijau Awal Perdagangan

Jumat, 20 April 2018 09:48 WIB

Pagi ini, IHS dibuka menguat 0,1 poin atau 0,001% ke 6.356.


Gembosi, 15 Bajaj Korban Unjuk Gigi Sudinhub Jaksel

Jumat, 20 April 2018 09:47 WIB

Penertiban bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sekaligus bentuk sosialisasi Peraturan Daerah bahwa parkir liar dilarang.


Rupiah Makin Terseok Terlibas Dolar

Jumat, 20 April 2018 09:44 WIB

Pergerakan Rupiah hari ini, berada di angka Rp13.794-Rp13.821 per USD.


Wenger Tahu Siapa yang Layak Jadi Penggantinya

Jumat, 20 April 2018 09:41 WIB

Posisi Wenger makin di ujung tanduk


FITRA: Perempuan di Sumut Sudah Sadar Hak Politiknya

Jumat, 20 April 2018 09:39 WIB

Banyak aktivitas perempuan yang tidak lagi mendapat diskriminasi oleh lingkungannya


Waketum Gerindra Sempat Sebut Pemerintah Tengah 'Sandera' SBY, Benarkah?

Jumat, 20 April 2018 09:31 WIB

Usai katakan Wiranto menyadera SBY, Ferry meralatnya. Fery sebut lebih tepatnya Wiranto berharap agar Demokrat masuk koalisi Jokowi.


Terkuaknya Usaha Tahu Berformalin yang Sudah Berjalan 4 Tahun di Sumsel

Jumat, 20 April 2018 09:28 WIB

Penangkapan produsen tahu formalin di Kabupaten, Sumsel beberapa waktu lalu menguak fakta mencengangkan


Sulit Melepas Ponsel Saat Mengemudi? Ini Caranya

Jumat, 20 April 2018 09:15 WIB

Notifikasi ponsel bikin susah fokus? Nah, fitur ini akan membantumu.


Tahi Lalat Jadi Tanda Resiko Tinggi Kanker, Jika Melakukan Implan Kulit ini

Jumat, 20 April 2018 09:05 WIB

Teknologi kesehatan terbaru temuan ilmuwan Swiss menemukan metode peringatan awal terhadap kanker.


Panglima TNI dan Kapolri Tegaskan Prajurit Harus Netral dalam Pemilu

Jumat, 20 April 2018 09:04 WIB

Netralitas yang dimaksud sudah mencangkup semuanya sesuai dengan kode etik yang dimiliki oleh TNI maupun Polri


Pemprov Sumut Dukung Reforma Agraria

Jumat, 20 April 2018 08:53 WIB

Reforma agraria tak hanya sebatas memberi pelayanan untuk sertifikasi tanah saja, tapi juga memberdayakan masyarakat supaya lebih sejahtera


Hotel Ini Tawarkan Pemandangan dan Atmosfir Italia di Dubai

Jumat, 20 April 2018 08:20 WIB

Anda juga bisa menikmati tiramisu terenak di Dubai di hotel ini.


Persiapan Kehamilan Itu Penting Lho Bun, Yuk Simak Ini

Jumat, 20 April 2018 08:15 WIB

Persiapan ini tak hanya berlaku bagi istri. Tapi, penting bagi suami.


Wow, Drone Militer ini Mampu Tentukan Siapa yang Harus Dibunuh

Jumat, 20 April 2018 08:05 WIB

Banyak pakar teknologi dan AI mengkhawatirkan persoalan kode etik penggunaan teknologi dan AI untuk militer.


Didominasi Sentimen Negatif, Pasar Obligasi Belum Positif

Jumat, 20 April 2018 07:57 WIB

sejumlah berita positif terkait kondisi makroekonomi internal tampaknya belum cukup kuat mengangkat pasar obligasi