Divonis Mati oleh Dokter, Ternyata Masih Hidup

akurat logo
Mustaqim
Jumat, 12 Januari 2018 09:34 WIB
Share
 
Divonis Mati oleh Dokter, Ternyata Masih Hidup
Ilustrasi . USNEWS.COM

AKURAT.CO, Seorang pria di Spanyol dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter. Namun beberapa jam kemudian, pria bernama Gonzalo Montoya Jimenez, 29, justru hidup kembali dan mengorok.

Padahal, para dokter hendak melakukan otopsi setelah Gonzalo dinyatakan tewas. Otopsi itu dilakukan karena Gonzalo merupakan seorang narapida di penjara Spanyol utara. Otopsi itu pun tidak jadi dilaksanakan.

Kasus itu menghebohkan Spanyol karena semua gejala kehidupan telah hilang dari pria tersebut, tetapi bisa hidup kembal. Padahal tidak dokter yang menyatakan kalau Gonzalo memang sudah meninggal dunia dan telah melakukan pengujian medis.

Gonzalo dinyatakan tidak sadarkan diri pada 7 Januari lalu. Dia langsung dilarikan ke Central University Hospital of Asturias di Oviedo, Spanyol. “Gonzalo memang mengidap epilepsi dan kerap mengalami koma sehingga dikira meninggal,” ujar keluarga Gonzalo, dilansir The Independent pada Jumat (12/1)

Melansir Live Science, kalau penderita epilepsi memang kerap mengalami trancelike state di mana otot akan mengeras dan mereka tidak merespons stimulasi atau disebut dengan catalepsy. Dalam beberapa kasus, orang yang bangun kembali dari kematian disebut dengan pengalaman hampir mati.


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Anies Kaji Ulang Penerapan Dp 0 Persen

Sabtu, 20 Januari 2018 02:03 WIB

Anies mengaku Sedang mendalam soal kebijakan Dp 0 Persen


Jelang Perhelatan Pilkada, Polda Bali Gelar Simulasi

Sabtu, 20 Januari 2018 01:20 WIB

Polda Bali bersama TNI dan instansi terkait melaksanakan latihan Sispamkota di Lapangan Niti Mandala, Renon


KIP: Soal MoU Helsinski, DPRK Subussalam Belum Konfirmasi

Sabtu, 20 Januari 2018 01:14 WIB

Pihaknya telah mencoba menyurati pihak DPRK Subulussalam, namun hingga saat ini belum ada konfirmasi


Sebagian Sekolah Menolak Dilakukan Imunisasi Difteri

Sabtu, 20 Januari 2018 01:07 WIB

Salah satu sekolah yang diduga menolak imunisasi difteri adalah Madrasah Ihya Ulumuddin


Ini Data Warga Asmat yang Telah Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

Sabtu, 20 Januari 2018 00:59 WIB

Diketahui, sejumlah warga yang terdiri dari anak-anak tersebut kini telah mendapat pengobatan dari Satgas Kesehatan TNI



Kemlu Bekerjasama dengan KPU Lakukan Evaluasi Data Pemilih di Luar Negeri

Sabtu, 20 Januari 2018 00:18 WIB

Kali ini, pihak Kemlu dan KPU akan melakukan evaluasi, apa yang kurang dari kerja sama sebelumnya


Satgas TNI KLB di Asmat Targetkan 3 Bulan untuk Tangani Campak

Sabtu, 20 Januari 2018 00:00 WIB

Karena wabah penyakit campak dan difteri di kampung-kampung di Kabupaten Asmat, Papua, kebanyakan yang menjadi korbannya adalah bayi


Golkar Jatim Swadaya Menangkan Pasangan Khofifah-Emil

Jumat, 19 Januari 2018 23:32 WIB

Karena dengan gotong royong swadaya tersebut membuktikan kalau Partai Golkar all out untuk memenangkan Khofifah-Emil


Bima Arya Tak Khawatir Bila Kasus Pembelian Lahan Jambu Dua Diungkit Kembali

Jumat, 19 Januari 2018 23:27 WIB

Msekipun bisa saja kasus tersebut menjegal langkahnya di Pilkada 2018


Jokowi Dinilai Pas Lakukan Kunker ke Asia Tengah dan Asia Selatan

Jumat, 19 Januari 2018 22:46 WIB

Misalnya, Pakistan, Srilangka, Bangladesh, dan Afganistan


Bantai PSPS, Persija Puncaki Klasemen Grup D

Jumat, 19 Januari 2018 22:36 WIB

Persija Jakarta berhasil menang tiga gol tanpa balas saat menghadapi PSPS Riau di laga perdana grup D Piala Presiden 2018.


ASN Palembang Resmi Gunakan Pakaian Adat Setiap Jumat

Jumat, 19 Januari 2018 22:35 WIB

Perwali Nomor 3 Tahun 2018 yang diresmikan pada tanggal 15 Januari 2018 ini, mewajibkan menggunakan pakaian adat Palembang


Mourinho: Pertukaran Mkhitaryan-Alexis Sanchez Belum Selesai

Jumat, 19 Januari 2018 22:13 WIB

Pertukaran henrikh Mkhitaryan dan Alexis Sanchez masih belum rampung.