Jangan Pernah Mencoba Merokok! Bisa Jadi Pemadat

akurat logo
Nur Hofifah
Rabu, 10 Januari 2018 13:05 WIB
Share
 
Jangan Pernah Mencoba Merokok! Bisa Jadi Pemadat
Ilustrasi merokok. . BBC.co.uk

AKURAT.CO, Dua pertiga orang yang berawal dengan mencoba merokok ternyata menjadi perokok berat. Untuk itu, jangan coba-coba menghisap rokok. Resiko terbesar kalian akan menjadi pecandu rokok dan mengorbankan kesehatan.

Data penelitian dari 215.000 responden dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru menunjukkan 60,3 persen orang yang mencoba merokok ternyata mereka menjadi perokok aktif.

Penelitian itu menunjukkan orang mencoba rokok sekali akan menjadikan mereka menjadi pencandu. Untuk itu, mereka menyarankan pentingnya menghentikan eksperimen merokok.

“Ini pertama kali diungkap keterkaitan antara merokok pertama kali dan menjadi perokok aktif dalam jumlah data yang sangat besar,” jelas Prof. Peter Hajek, dari Queen Mary University di London, dilansir BBC pada Rabu, (10/1).

Menurut Deborah Arnott, pemimpin lembaga amal Action on Smoking and Health, menyerukan perubahan regulasi pemerintah tentang penjualan tembakau. “Pemerintah menolak mengenalkan lisensi untuk penjualan rokok meskipun tekanan publik cukup kuat,” ungkapnya.

Menteri Kesehatan Inggris Steve Brine menyatakan negaranya merupakan pemimpin terbaik dalam pengontrolan rokok. Tingkat warga merokok di Inggris juga sangat rendah.

“Kita ingin menciptakan generasi bebas rokok dan mengedukasi warga tentang bahaya merokok,” jelasnya.[]


Editor. Bonifasius Sedu Beribe

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Jelang Perhelatan Pilkada, Polda Bali Gelar Simulasi

Sabtu, 20 Januari 2018 01:20 WIB

Polda Bali bersama TNI dan instansi terkait melaksanakan latihan Sispamkota di Lapangan Niti Mandala, Renon


KIP: Soal MoU Helsinski, DPRK Subussalam Belum Konfirmasi

Sabtu, 20 Januari 2018 01:14 WIB

Pihaknya telah mencoba menyurati pihak DPRK Subulussalam, namun hingga saat ini belum ada konfirmasi


Sebagian Sekolah Menolak Dilakukan Imunisasi Difteri

Sabtu, 20 Januari 2018 01:07 WIB

Salah satu sekolah yang diduga menolak imunisasi difteri adalah Madrasah Ihya Ulumuddin


Ini Data Warga Asmat yang Telah Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

Sabtu, 20 Januari 2018 00:59 WIB

Diketahui, sejumlah warga yang terdiri dari anak-anak tersebut kini telah mendapat pengobatan dari Satgas Kesehatan TNI



Kemlu Bekerjasama dengan KPU Lakukan Evaluasi Data Pemilih di Luar Negeri

Sabtu, 20 Januari 2018 00:18 WIB

Kali ini, pihak Kemlu dan KPU akan melakukan evaluasi, apa yang kurang dari kerja sama sebelumnya


Satgas TNI KLB di Asmat Targetkan 3 Bulan untuk Tangani Campak

Sabtu, 20 Januari 2018 00:00 WIB

Karena wabah penyakit campak dan difteri di kampung-kampung di Kabupaten Asmat, Papua, kebanyakan yang menjadi korbannya adalah bayi


Golkar Jatim Swadaya Menangkan Pasangan Khofifah-Emil

Jumat, 19 Januari 2018 23:32 WIB

Karena dengan gotong royong swadaya tersebut membuktikan kalau Partai Golkar all out untuk memenangkan Khofifah-Emil


Bima Arya Tak Khawatir Bila Kasus Pembelian Lahan Jambu Dua Diungkit Kembali

Jumat, 19 Januari 2018 23:27 WIB

Msekipun bisa saja kasus tersebut menjegal langkahnya di Pilkada 2018


Jokowi Dinilai Pas Lakukan Kunker ke Asia Tengah dan Asia Selatan

Jumat, 19 Januari 2018 22:46 WIB

Misalnya, Pakistan, Srilangka, Bangladesh, dan Afganistan


Bantai PSPS, Persija Puncaki Klasemen Grup D

Jumat, 19 Januari 2018 22:36 WIB

Persija Jakarta berhasil menang tiga gol tanpa balas saat menghadapi PSPS Riau di laga perdana grup D Piala Presiden 2018.


ASN Palembang Resmi Gunakan Pakaian Adat Setiap Jumat

Jumat, 19 Januari 2018 22:35 WIB

Perwali Nomor 3 Tahun 2018 yang diresmikan pada tanggal 15 Januari 2018 ini, mewajibkan menggunakan pakaian adat Palembang


Mourinho: Pertukaran Mkhitaryan-Alexis Sanchez Belum Selesai

Jumat, 19 Januari 2018 22:13 WIB

Pertukaran henrikh Mkhitaryan dan Alexis Sanchez masih belum rampung.



Tanggulangi Difteri, Wali Kota Samarinda Gelontorkan Rp 3 Miliar

Jumat, 19 Januari 2018 21:54 WIB

Dana sebesar Rp 3 Miliar merupakan uang yang disediakan Pemkot, untuk dapat digunakan sewaktu-waktu